Soempah Pemoeda 2008

utak-atik kata-kata No Comments »

Kami pemoeda Indonesia, mengakoe hanya mencintai satoe : pemoedi saja.

Kami pemoeda Indonesia, mengakoe jika dan hanya jika menikahi satoe : pemoedi saja.

Kami pemoeda Indonesia, mengakoe hanya bersahabat dengan pemoeda lainya. Tidak mencintai apalagi menikahinya.

perang telah usai

budaya dan kita, utak-atik kata-kata 5 Comments »

perang telah usai | kemaren dan hari ini | tanpa keringat tanpa darah | tiada keluh tiada kesah | tapi sakitnya meremukkan sukma menyublimkan raga

perang telah usai | tanpa pemenang tiada yang kalah | hanya meyakinkan dan ada pengakuan | sudah cukup-sudah cukup

perang telah usai | tinggal menunggu pengumuman | pengumuman akan pengakuan | bahwa ada pengakuan akan keyakinan

perang telah usai | muncul perang-perang lain | mungkin berdarah - mungkin bernanah | barangkali tanpa senjata tanpa dupa

perang telah usai | pindah ke perang-perang lain | bukankah hidup hanya untuk berperang? | perang terhadap nafsu | perang syahwat | perang keakuan

perang telah usai | mari nikmati rehat ini | walau sejenak | mari nikmati

jalan, burung dan bulan sabit

utak-atik kata-kata 4 Comments »

petang, 17.30 jst.

ku keluar ruangan untuk sekedar menegakkan kerinduan pada rabb.

jalan basah oleh hujan siang tadi.

hujan gerimis, serasa tiada henti sampai esok pagi.

halus, tanpa angin mengiringi.

kuhirup udara sore, sambil mata terpejam, merasakan bunga tanpa ronce.

jalan basah oleh hujan siang tadi. menggenang air disana, mencap basah disini. ruap jalan berair menyapa hidung. segar bernostalgia kampung halaman nun jauh disana.

enak jadi jalan, sekedar tempat berpijak, tanpa perlawanan diinjak-injak. disebelah kanan dilubangi untuk drainase, di sebelah kiri habis digerus untuk selokan. disebelah depan garis melintang, bekas jalur komunikasi yang ditanam seantero kampus. disebelah sini jasad kanstin menggeser trotoar. tanpa perlawanan, walau sakit menyayat. enak jadi jalan. hanya menerima dan memberi, tak ada keluh.

mata menatap ke langit sambil mencecap dingin sore, menghirup udara sore tanpa bunga meronce.

sekumpulan burung terbang berarak, formasi segitiga, formasi F16, format keseimbangan.

enak ya jadi burung itu. terbang kemana ia suka. lapar makan, haus minum. musim kawin, ya kawin. tak memikirkan besok makan apa, karena semua sudah disediakan. terbang berjamaah, tanpa memikirkan pahala 27 derajat. pagi ke selatan, sore ke utara. musim dingin ke barat, musim panas ke timur. enak ya jadi burung, hanya menerima tak pernah memberi. tak ada keluh. terbang jauh berkaok, terbang dekat berkaok. kaok tanda syukur, tak ada keluh.

lurus keatas mata menancap, bulan masih malu-malu mengeluarkan sabitnya. akulah bulan yang masih bayi. bulan menyabit.

enak ya jadi bulan sabit. waktu muda membentuk tandan tua, masa remaja menyabit dan usia uzur malah benderang, dan menyabit tandan tua lagi. kau patuh pada masa. demi masa bulan beredar. enak ya jadi bulan. hanya memberi. memberi cahaya yang dititipkan matahari pada bumi. tak ada keluh mengapa cahaya kurang atau berlebih. semua dikembalikan untuk bumi. tak ada keluh.

jalan, aku cemburu padamu. yang mampu diinjak-injak namun tak ada keluh.

burung, aku cemburu padamu, yang harus cari makan sendiri namun tak ada kesah.

bulan sabit, akupun cemburu padamu, yang bentukmu selalu berubah namun tak ada rintih.

***

karena manusia tempat keluh dan kesah.

INA, INDO DAN INDON adalah INDONESIA

utak-atik kata-kata 176 Comments »

ini adalah kisah tentang penyebutan sebuah negara yang katanya "ceceran jamrud di kahtulistiwa" atau sebuah bocoran syurga di dunia.

INA, digunakan untuk menyebut Indonesia dalam simbol negara untuk urusan penerbangan, olahraga dan urusan lain yang bersifat internasional. tapi untuk rasa lokal, penyebutan INA kayak merk sanitary ya, khususnya closet jongkok maupun duduk (seingat saya).

INDO, dilazimkan bagi wajah dan bentuk tubuh orang-orang blesteran antara asli Indonesia dengan luar Indonesia. yang blesteran bisa bapak kandung dan ibu kandung, bapak tiri dan ibu kandung, bapak kandung dan ibu tiri bapak tiri dan ibu tiri dan .... yang penting blesteran pasti menghasilkan wajah dan bentuk INDO. bahkan nama INDO bila dipakai nama orang, niscaya orang tersebut ngangkat, misal Johny Indo. atau digunakan untuk nama perusahaan atau merek dagang, seperti INDOSIAR Visual Mandiri, INDOmie, INDOsat, INDOmedia, dll.

INDON, alkisah istilah INDO dilengkapi dengan hurup setelahnya, yaitu N. istilah ini terasa penghinaannya walaupun sebenarnya sama saja dnegan INA dan INDO. tapi karena kemunculannya bersamaan dengan sentimen terhadap bangsa jiran yang sering mengganggu plus ngusili tetangga. orang INDON begitu mereka menyebut saudara kita yang berprofesi sebagai TKI atau TKW atau TKP (tenaga kerja pria). coba kata INDON digunakan untuk nama perusahaan dan merek dagang. mungkin akanmenjadi seperti ini INDONSIAR Visual Mandiri, INDONmie, INDONsat, INDONmedia, dll.

dari hurup yang merangkai INDONESIA, yang belum digunakan adalah ESI. kelihatan sensual ya bila dipakai sebagai representasi nama INDONESIA, ESI. atau lebih seksi bila menggunakan nama INE atau INDI, atau lebih relijius bila memakai inisial DOA. barangkali lebih macho juga bila mencamtumkan DON saja. atau INO biar terkesan misterius.


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Packaged by Edublogs - education blogs.
Entries RSS Comments RSS Log in