Tengu Very Much

budaya dan kita No Comments »

Anak TK sekarang seperti tasnya backpacker. Muatan pelajaran berjejal di mulut, meleleh lewat telinga dan mata. Bahasa Inggris, mulutnya meringis. Calistung, otaknya buntung. Anakku diajari gurunya berterima kasih, dan katanya “ayah, tengu very much”.

Tengu : makhluk Tuhan paling seksi di dunia.

Sugoii!

budaya dan kita, jepang No Comments »

Kukatakan ohayo gozaimasu, itadakimasu dan itekimasu. Kau balas, sugoii!

Kusampaikan watashi wa nihon go wakarimasen. Kau jawab, sugoii!

Malu, kubisikkan zen zen wakarimasen. Kau tanggapi, sugoii!

Tiga bulan masih begini, memang aku rindu sugoii goiyeng kambing spesial.

uji - kyoto, summer bledegg!

Sembahyang Mesum

budaya dan kita No Comments »

Celingak-celinguk, kanan kiri, mencari tempat. Di pojokan, redup dan tersembunyi. Kubuka sepatu, menggelar tikar, menuntaskan ihtiar. Berkata dalam bisik, biar orang lain tak menelisik. Bergerak perlahan, agar tak ada perhatian. Ah, aku malu. Mengapa memuja-Mu seperti mau berbuat mesum.

summer - riva del garda

trentino, italy

Terpujilah Pohon Kurma

budaya dan kita No Comments »

Pohon berbuah manis itu berdiri jenjang meringkuk daun di depan madrasah kami. Hijau menebar nan gagah. Kata tetua, inilah pohon yang Islami. Dari tanah arab, dimakan orang muslim dan sebagai oleh-oleh naik haji. Kelak di akhirat pohon kurma masuk syurga tanpa hisab. Terpujilah engkau.

Ah, Tuhan

budaya dan kita No Comments »

Mengapa sewaktu smp kuminta pacar tak Kau beri? Katanya Engkau maha pemurah.

Saat sma kumohon motor juga gak terkabul. Konon Engkau maha pengasih. Padahal nadzar puasa lho.

Aku merengek mobil ketika mahasiswa, juga bisu. Kabarnya Engkau maha kaya. Dibelain khatam quran dan sholat malam.

Tahun lalu Kau anugerahkan aku istri sholihah tanpa pernah kuminta dalam sujudku. Bulan lalu Kau uji aku untuk menerima pekerjaan terhormat padahal absen dalam berdoa. Minggu lalu Kau titipkan makhluk mungil yang tiada pernah terbesit di hati untuk memohon tambatan mata. Kemaren Kau coba syukurku dengan mengijinkan menempati rumah sendiri, yang selalu lupa merajuk-Mu. Dan hari ini Kau biarkan aku melunasi ongkos naik haji yang bukan bagian dari rencana perjalanan luar negeriku.

Tuhan, Tunggu Dong

budaya dan kita No Comments »

Allohu akbar Allohu akbar

Yaah, sudah magrib toh?

Allohu akbar Allohu akbar.

Ah, baru adzan ini.

Asyhadu’ala ilaha ilallah asyhadu’ala ilaha ilalloh.

Bentar ah, lagi nanggung neeh.

Asyhadu anna muhammadarasululloh asyhadu anna muhammadarasululloh.

Nunggu bentar yee, kalau udah iklan.

Hayya ‘ala sholah hayya ‘ala sholah.

Kan isya’nya masih lama ya.

Hayya ‘ala fallah Hayya ‘ala fallah.

Ending-nya gimana nih sinetron?

Laa ilaha ilalloh.

Nah, ini acara musik yang aku tunggu dari kemaren.

Manager Rumah Tangga

budaya dan kita No Comments »

Istri?

Satu.

Bekerja?

Karir.

Apa?

Manager.

Dimana?

Madrasah.

Mana?

Rumah tangga.

Adakah pekerjaan yang lebih hebat dan mulia dibanding seorang ibu sebagai manajer rumah tangga? Yang membikin kurikulum pebelajaran kehidupan sepanjang tahun, yang lelahnya tak pernah terbayar, yang menyebabkan surga rindu bersemayam di telapaknya.

demi waktu: too much to do too little time

budaya dan kita No Comments »

"berapa lama disana?", tanya orang berjamaah walaupun tak saling mengenal satu sama lain, begitu aku pamit.

hampir 99,99 % orang yang menanyaiku menukas,"oo, lama ya". kecuali satu orang tua yang bukan orang tuaku."ah, cuma tiga tahun, gak terasa itu", tukasnya dengan wajah nir senyum.

***

setiap kali ditanya orang tentang berapa lama aku bertugas disini, selalu kujawab dengan mengingat bahwa kata-kata itu doa. "tiga tahun bertugas, dua tahun jalan-jalan", jawabku mantap. harapku setelah tugas usai bisa dilanjutkan jalan-jalan.

ketika ditanya kok malah jalan-jalan? apa ada tugas yang lebih mulia dibanding jalan-jalan, journey, discovery atau isro'?. colombus menemukan amerika karena jalan-jalan. sunan kalijaga menemukan tuhan juga setelah jalan-jalan. dan neil amstrong bisa cerita tentang bagaimana main bola di bulan juga setelah jalan-jalan.

***

sekarang tiga tahun itu mulai merangkak dalam menjejak tugasku disini. yang kuingat hanya yang 0.001 %, bahwa tiga tahun itu cepat dan 'cuma'. nol kilometer sudah di set berpacu dengan waktu. too much to do too little time.

the endless love : nawangwulan & jokotarub

budaya dan kita 81 Comments »

Wajah bidadari terpilih ini datar, namun dari raut matanya memancar serumpun kemarahan. Bola mata coklat itu masih bening tiada noda merah tanda angkara. Tapi, perlahan dari bawah kelopak matanya mengalir embun-embun himpunan kecewa, marah dan malu.

Dia sadar selama ini ditipu oleh orang yang sangat dicintainya. Cinta dan tipu daya tiadalah bisa bersanding di rongga dada yang sama. Dengan langkah berat sang bidadari mendekat kepada Jaka Tarub yang menunduk lunglai.

Sayap terbang yang ditemukannya di lumbung, dipasangkan ke punggung Jaka tarub, seraya berujar “Bang, sebagai tanda cintaku padamu, biarlah engkau yang menggantikanku di kayangan”.

Telor Ceplok Made in Japan

budaya dan kita 21 Comments »

Dalam perjalanan sehari kunjungan lapangan di Okinawa, akhirnya kami, saya dan 46 orang lainnya singah di rest area pada siang itu. Disana sudah tersedia makan siang ala prasmanan Jepang, meja besar penuh makanan. Hawa dingin dan kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran, rasanya ini adalah waktu yang mustajab untuk memberi hak perut.

Dengan memasang default perut sudah pindah di lutut, kami siap mengenyahkan rasa lapar ini. Semua yang mengandung babi diberi tanda ‘butaniku’ dalam huruf kanji. Akhirnya kami menyusuri wadah-wadah makanan, mengharapkan tidak ada tanda ‘butaniku’.

Dari semua wadah yang ada hampir semua wadah bertanda ‘butaniku’. Hanya ada dua wadah yang bebas tanda itu, yaitu ‘gohan’ (nasi) dan 'mizu' (air putih). Akhirnya saya sekedar memesan ‘tomago’ (telur) ceplok plus garam dan kecap, sebagai tombo perut yang kecewa.

Paling tidak telor ceplok ini made in Japan.


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Packaged by Edublogs - education blogs.
Entries RSS Comments RSS Log in