2 (duwa)

alastu birobikum No Comments »

Pernahkah anda ketemu orang dan berbincang dan terus akrab, kemudian orang tersebut mengatakan seperti ini.

"Anda adalah jawaban doa-doa saya dalam tahajud saya selama 2 tahun ini".

Maha Benar Allah SWT dengan segala kebetulan-Nya.

eh, lha kok.....

alastu birobikum No Comments »

empat sudah cukup bagiku. tahun ini.

kata teman di lipi, saya lima dalam setahun.... cukuplah.

maka kucukupkan dengan empat tahun ini.

malang tak hendak di surabaya, untung bukan namaku...

ada teman yang 'baik hati' menawarkan pada big bos untuk ikut 'plesiran'

karena plesiran di kampung halamanku, itung-itung bisa jadi gaet katanya.

jadilah tambah satu, jadi lima tahun ini.

eh, lha kok ada temen lain yang 'baik hati' juga

menawarkanku pada dua big bos, untuk ke kampung lain diseberang sana.

tahun depan sih, namun persiapannya harus dari sekarang.

eh, lha kok jadi enam tahun ini. terlalu banyak.

dunia ini penuh godaan. istiqomahlah, bisik nuraniku.

membatasi itu lebih dekat dengan kebijaksanaan.

so, lima ajah deh tahun ini...

eh, lha kok lho...

satu dari tiga

alastu birobikum, budaya dan kita 2 Comments »

sekolah, menjabat atau riset?

diterima, tidak terima atau diterima tapi pensiun?

jepang, jerman atau canada?

todai, hokudai atau kyodai?

bata, kayu atau mitigasi bencana?

jawa, sumatera atau bali?

prof ko, prof ka atau prof ya?

gempa, angin atau rayap?

uji, yoshida atau katsura?

jepang, jawa atau sumba?

perkuatan, bikin baru atau bahan baru?

lvl, glulam atau kayu solid?

arsitektur, pertanian atau sipil?

DR. Eng, DR. Agr atau Ph.D?

monbusho, dikti atau hitachi?

softbank, docomo atau au?

sasak, todo, atau sumba?

GA, SQ atau JAL?

september, oktober atau november?

2008, 2009 atau 2010?

keluarga, single atau bolak-balik?

sekolah, join research atau fellowship?

mandiri, bni atau bca?

modern, kontemporer atau tradisional?

sumitomo, mizuho atau mitsubishi?

bank pos, bank kyoto chou shinkin atau bank kyoto aja?

vernakular, kiwari atau postmo?

perumnas, apato atau rumah biasa?

paku, pasak atau baut?

sekarang, nanti atau tidak sama sekali?

asem, bajigur atau asem bajigur (tenan)?

***

hidup itu pilihan, katanya. namun pilihan ini alangkah indahnya seandainya kita bisa memilih dengan mata terpejam menganggurkan otak kita. nyatanya tidak!.

tidak hanya otak yang harus selalu on, namun hati dan jiwa ikut tersayat memikirkannya.

"ya, Tuhan, berilah aku pilihan terbaik," rintihku. "enak aja, sudah Aku berikan pilihan, sekarang masih minta dipilihkan. mikir dikit ngapa?", sahut tuhan.

"waduww, Tuhan, tak mampulah awak memilih demikian banyak pilihan yang susah bukan main," erangku lagi. "bukankah Aku sudah berfirman, takkan kucoba manungsa melebihi kemampuannya", hibur-Nya sedikit melunak.

"tapi," lanjutku."sudah, itu pilihan-pilihan yang aku berikan adalah pilihan untuk orang-orang kaya. tidak seperti pilihan yang kuberikan pada Muhammad kekasihku. mau memilih hidup melarat atau kaya, dan Muhammad sang sayyidul ummah, memilih miskin papa", lanjut tuhan. "pilihannya jelas, hitam atau putih. sekarang pilihanmu adalah kalau putih, putih semua dan tidak akan menjadi hitam. jika hitam, hitam semua takkan menjadi putih. kalaupun bercampur hanya jadi abu-abu aja", tuhan berujar.

"dan ingat, dibalik kesusahan ada kemudahan. ini hukum--Ku. kalau tidak suka hukumKu, sana cari Tuhan selain Aku dan pergi dari bumi ini," hardik-Nya.

***

lima tahun sudah dialog itu berlangsung. lima tahun sudah cucuran pilihan-pilihan itu melintaslalang di benak dan otakku untuk dipilih. dan sekali lagi, ku tak mampu memilih sendiri. banyak pihak yang diijinkan Tuhan untuk mengulurkan tangan menyibak pilihan mana yang paling baik. atau modus operandi Tuhan yang selalu ku lihat dan ku ingat adalah, pilihan-Nya akan dinampakkan di waktu-waktu terakhir. hanya kesabaran dan keyakinan kita yang akan menolong kita sendiri.

kalau ada dua pilihan, pilihlah yang ketiga. kalau ada tiga pilihan, mungkin ketiga-tiganya bukan untuk anda.

***

sekarang pilihan itu telah manunggal. berhimpun dari yang terserak dan melahirkan pilihan baru (lagi). menunggu untuk dipilih (lagi). dan lagi-lagi membuat otak, hati, jiwa dan ruhku berhimpit menatap-Nya.

pilihan itu untuk memerdekakan kita. mencerdaskan kita. dan memanusiakan kita.

salam taat dan takdzim dariku yang dhoif untuk-Mu tuhan.

apakah ini puisi untuk istriku?

alastu birobikum No Comments »

aku tak tahu apakah ini sebentuk puisi.

atau mungkin hentakan kesunyian menyusuri sepi.

tapi sungguh ini curahan hati.

ketika kukatakan ini puisi untukmu, wahai istri.

gombal ah sudah basi.

kau ujarkan tak perlu cinta bermelodi.

kalau temanku tahu ini.

dia teriak ah kau bujang lokal yang lagi geli.

jika anak kami memergoki lantunan hati.

barangkali akan bertanya, lagi sakit apa ya abi.

tapi sungguh ini curahan hati, wahai istri.

untukmu, jangankan hanya membikin mi.

untuk kau lahap malam nanti.

menjaga anakpun mari.

dan bila mampu akan kuberi asi.

tapi sungguh ini curahan hati, wahai istri.

walau kurangkai sambil lari.

karena dikejar deadline dini hari.

tapi sungguh ini curahan hati, wahai istri.

kalau diulang-ulang tanda cinta sejati.

kurikulum kayu

alastu birobikum, riset, kya-kya n muja 5 Comments »

sebelum berangkat studi ke jepang (lagi), saya dihadapkan dengan 'praktikum-praktikum' yang padat, diuji publik ilmiah, dan dengan 'pemaksanaan'.

saya harus berkelana di tiga kota dalam waktu sebulan dengan empat kali sesi. yang kebetulan kota-kota tersebut berawalan 'B' semua, Bandung, Bali dan Bogor. celakanya di pulau Bali, nama tempatnya juga Bedugul. kurikulum kayu yang saya ambil mengharuskan saya menguji rangkaian sistem konstruksi di Puslitbangtekkim, Cileunyi Bandung. dan harus dua kali dalam seminggu saya mengecek dan mendampingi speciment benda uji, huhhhhhh..... Hasilnya dipresentasikan nasional di Bedugul, Bali dan akhirnya di simposium-internasionalkan di Bogor. untung tidak diakhiri dengan B*j*gurrrrrr.....

belum genap satu minggu tetirah di rumah bersama keluarga-sehabis dihajar riset, 4 hari berikutnya saya harus segera berangkat ke kyoto. celakanya cengkareng-kansai, tidak ditempuh langsung tanpa 'mampir ngombe', melainkan harus transit dulu di changi. dari adisutjipto pukul 12.45 ke soekarno-hatta, dilanjutkan malam hari pukul 19.00 ke changi. dan wuaduh, capeknya ampyuuun... dari changi ke kansai pk 01.10. tapi alhamdulillah sebelum pesawat take off, saya sudah take off duluan alias mi'roj mendahului kecepatan airbus 300 yang 940 km/jam itu. bangun-bangun udah diatas taipei pukul 05.00. sholat shubuh dan tidur lagi.... (kayak lagunya mbah surip).

sampai di kansai 08.10, cek sana cek sini, sidik sana sidik sini, akhirnya keluar dengan membawa 3 tas, 1 travel bag besar, 1 travel bag kecil dan tas ransel (besok saya ceritakan suka dukanya membawa tas-tas ini melewati variasi gate di bandara-bandara adisucipto, suta, changi dan kansai). keluar cari taksi yang udah dibookingkan senpai. nggak sengaja ketemu orang indonesia yang akan seminar di kyoto-u juga, selama 3 hari. wualah, mbok dari tadi ketemu orang ini, biar bisa minta tolong ini itu ya. tapi tuhan hendak menguji sampai dimana tingkat kekuatan saya mengemban tas-tas yang lumayan berat itu.

berjalanlah kami bertiga dengan MK taksi kansai, memakai APV. bercengkeramalah kami bertiga, melepas penat di badan terutama di hati. haha hihi sampai 3 jam melewati osaka, akhirnya sampailah di Uji Campus. langsung ke kampus, lho opo ora elok? kok gak ke apato dulu? istirahat atao apa kek, nyruput kopi dulu (tanpa rokok). langsung ke laboratarium, dan hebatnya supir taksi gak bisa bahasa inggris apalagi indonesia, bahkan bahasa jawa-pun tidak to. kebangetan ya? tapi untunglah saya bawa kartu nama sensei, saya tunjukkan dan domo arigato gozaimashita...

sampailah di lab yang sepi nan megah. tas saya taruh diluar. kok gak ada tanda-tanda kehidupan, adanya jasad renik kayu-kayu bekas diuji dan akan ditest dalam rangkaian konstruksi. wooh, lab kayu tenan. assalamu'alaikum jelas gak ada yang jawab, akhirnya masuk saya dan ketemu wanita dan pria. say atanya dimana bisa menemui sensei dengan bahasa nihonngo tingkat dasar 2. syukurlah dia mengerti dan mengantar saya menemui sensei. ketemu sensei, say hello, dan..... lho kok ora di 'wedangi' dulu. langsung diajak keliling kampus... m*darr!!

ditunjukkanlah tempat saya besok belajar, sebuah meja dan kursi plus rak-rak buku-buku. dikenalkanlah saya pada semua anggota lab dan diajak keluar ditunjukkan tempat makan, ambil uang di atm. good-lah, tapi waktunya itu lho. apa harus sekarang, khan masih ada waktu esok pagi. tapi itu rupanya budaya juga disini. wuaduh, saya lupa, tas masih saya taruh di luar, saya kira aman. tapi sensei bilang sangat beresiko, akhirnya tas yang ada barang sangat berharga saja yang saya bawa. barang berharga lain saya tinggal... lho kok? iya, semua barang berharga, walau hanya selembar serbet, gak ada gantinya soalnya.

akhirnya saya bisa istirahat sejenak, dan akan diantar ke apato pukul 13.30. sambil menunggu waktu menyapa rekan-rekan satu lab terutama yang dari indonesia, dan diantarlah saya pada jam sekian yang ditentukan oleh sensei ke apato, registrasi dan melengkapi syarat-syarat yang berjubel nan pakai bahasa sabungceker  ayam. susah ceker ayam, disabung lagi, bubrah tenan... ketemu rekan indonesia lagi, dan bersama sensei diantar ke kamar, ngecek ini ngecek itu. sensei tahu diri dan segera pamit, segera saya merebahkan badan setelah bercengkerama sejenak dengan teman indonesia satu kota dengan saya.

bismikallohumma ahya wa bismika amut....

sebelum tidur pukul 21.00 sensei telepon, bila besok akan memperkenalkan kepada seluruh anggota lab secara resmi dalam forum seminar rutin mingguan. ok, saya sahut begitu. tapi saya diminta juga mempersiapkan bahan presentasi, riset apa yang telah, sedang dan akan dilakukan. gubrakkk... waduh, mana sempat mempersiapkan... khan masih ada waktu lain.... budaya-budaya, ohhh.

besok pukul 09.30 ditunggu untuk presentasi bahan riset. oce, my gambling (kata mbah surip). raga ini tidaklah kuat berjaga, maka ambruklah wadag ini berikut isi-isinya sak kulit-kulitnya. alhamdulillah, jam 03.00 bangun, tapi tidur lagi... (mode on mbah surip). shubuh, langsung tancap gas bikin presentasi. jam 08.00 kelar, masak nasi+air, mandi dan menuju stasiun (balapan)...

sampailah pada saat presentasi, lancar-lancar aja dan diakhiri tepuk tangan.

disini, laboratoium ini sering menjadi jujugan peneliti, dosen dan mahasiswa arsitektur yang minat arsitektur kayu. di lab ini dari mulai menguji bangunan 8 x b m full scale sampai mengetest elemen struktur berupa mock-up sambungan, misal sambungan soko guru ke umpak dengan purus.

alat lengkap, jaringan kuat dan sinyal kerjasama luas. hanya tinggal mahasiswa dan peneliti bisa gak memanfaatkan kehebatan ini. saya awali memanfaatkan ini dengan rasa bersyukur....

salam kayu.

sekolah dan beasiswa

alastu birobikum No Comments »

untuk studi s3 atau doctor course atau Ph.D course, di awal kita dihadapkan pilihan yang sulit seperti lingkaran grojogan sewu, sulit untuk di pilah dan dipilih yang mana dulu akan kita lakukan.

dan tidak ada yang bisa menjawab dengan memuaskan, karena mungkin kebutuhan dan keinginannya berbeda. tapi, ini soal waktu. seiring bergulirnya sang kala, maka buka telingan dan buka mata menjadi amat penting untuk memahami konstelasi sekolah tiga tahun ini (S3). S2 sekolah dua tahun, kok S1 bukan sekolah satu tahun ya. kalo D3 juga di sekolah tiga tahun, D2 di sekolah dua tahun, dan D1 di sekolah satu tahun.

cari sekolah dulu atau cari beasiswa dulu. hunting sekolah, mensyaratkan adanya dukungan keuangan. ngejar beasiswa, lha kok mengharuskan ada sekolah yang sudah didaftar. gimana to ini dunia, kok gak kompatibel. seperti kata Prof. Jacob (alm), jangankan untuk masalah yang relatif besar ini, untuk masalah sepele nan remeh pun kita masih gak konek kok. contohnya, banyak mur dan baut gak cocok ketika di'setubuhkan'.

akhirnya, bukalah komunikasi ke semua orang dan tuhan (tentu saja), dan janganlah membikin komitmen apa-apa (kok kayak play boy cap kapak ya?), kecuali dengan tuhan. artinya, datangilah forum-forum ilmiah dan non ilmiah, syukur-syukur yang sesuai dengan kompetensi yang kita inginkan. kunjungilah rekan-rekan yang sekompetensi dan yang jauh minat bakatnya dnegan kita, siapa tahu informasi itu ada disana.

simaklah cerita nasrhudin hoja ini. suatu ketika abunawas ini terlihat sibuk mencari sesuatu di sekitar tong sampah. seseorang teamnnya pun turut membantu mencari di sekitar tong itu. setelah sekian lama tidak ketemu barang yang dicari, temannya bertanya kepada abunawas, " sebenarnya kamu cari apa sih?". pena, jawab abu. tadi jatuhnya di mana?, tanya temannya lagi. di situ di dalam tong, tukas abu. lho kok, carinya malah diluar tong? heran temannya. lha di dalam tong gelap, maka aku cari di luar tong yang terang, jawab abu sambil masih terus mencari di sekitar tong.

senyum boleh, mengernyitkan dahi juga tidak dilarang. tapi alangkah baiknya setelah itu mencari hikmah atas peristiwa ini. segala sesuatu yang kita cari belum tentu berada pada tempatnya. doa dan usaha kitalah yang menggiring "benda" tersebut pada tempatnya. keyakinan akan sesuatu akan mengubah sesuatu menurut apa yang kita yakini, percayalah ini.

dulu waktu cari sekolah master, tujuannya inggris. dukungan beasiswa dari chevening dan diback up penggede kedutaan, tapi gak berhasil. semua usaha, doa dan hati hanya sekolah master di inggris.

suatu ketika ada tawaran beasiswa dari dikti diknas yaitu BPPS. gak nglirik blas. tapi suatu keisengan membawa berkah dan hikmah. saya ndaftra sekeolah didaftarin temen. bayar biaya pendaftaran juga dibayarin, pokonya gak niat dah sekolah di dalam negeri. bukan apa-apa dari tk sampai s1 masak di dalam negeri terus, ingin mencari pengalaman lain. hanya untuk membatalkan kewajiban tidak sombonglah, maka saya mendaftar di pt dalam negeri dengan beasiswa dalam negeri.

lho kok, malah keterima. ya, berangkatlah saya selama 20 bulan mengenyam pendidikan s2 di dalam negeri. yang tidak digagas malah datang dengan sekonyong-konyong, dan itu kok ya terasa pas, gitu. banyak guna danmanfaat sampai sekarang, dan saya bersyukur.

'....apa yang kamu anggap baik, belum tentu itu baik bagimu. dan apa yang percaya jelek, belum tentu jelek bagimu...".

tuhan bagaimana aku mensyukuri-Mu, karena rasa syukurku memerlukan syukur lagi....

biarlah Alloh yang bekerja

alastu birobikum No Comments »

dimanakah Tuhan bisa kita temui? di kala kesedihan yang sangat mendera kita, sewaktu kita diselimuti kesepian atau ketika kita 'kambrukan' putus asa?

keadaan sedih, sepi dan putus asa mengkondisikan kita 'nir' atau 'suwung' atau zero atau kosong. teman kita ya ke'suwungan' itu. barangkali Tuhan mengendarai kesuwungan kita melintas alas gung liwang-liwung lubuk kita. sunyi sesenyap-senyapnya.

itu dari sisi kita dalam melihat ke-tuhanan. tapi bagaimana dari sisi Tuhan sendiri. kapan dzat Agung ini berkenan menghampiri kita. simaklah hadits qudsi ini : ".... temuilah AKU, kata Alloh, ditengah-tengah orang yang hatinya hancur...'

tak jarang bila tak bisa dikatakan selalu, banyak kejadian bila kita menemui atau berhadpan dengan orang-orang yang hatinya hancur (oleh sebab apa saja, kehilangan, musibah, kehancuran, kesendirian dan kekurangan).

dalam kasus lain, saya suka cerita cak Nun, yang mengatakan "...jadwal kyai kanjeng pentas diatur oleh umat...", sehingga dalam setiap pementasan di dalam maupun luar negeri berombongan lebih dari 25 orang, manajemen tidak pusing memikirkan transportasi dan akomodasi selamam pentas. biarlah Alloh yang bekerja, memperkerjakan umat untuk kita (yang umat juga), kita tinggal bersyukur, bersabar dan mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya.

bukankah dalam surat Ali Imron juga disebutkan (semoga tidak disalahartikan), ketika Maryam sedang beri'tikaf di mihrob, selalu saja Alloh mengirimkan hidangan makanan dari arah yang tak terduga. Alloh maha kaya dan selalu absen untuk mengerjap.

juga cerita seorang kyai yang sedang membangun masjid untuk umat. ketika sudah rampung dibangun masjid yang megah dan bisa untuk umat yang bermunajah, datanglah saudagar menagih kas bon bahan bangunan kepada kyai ini. kata kyai, "sebentar, saya mintakan dulu". kemudian kyai masuk ke masjid dan berdoa (sholat dan wirid), sang kyai menyapa tuhannya, "ya Alloh, rumah-Mu ditagih pembayarannya. saya saja yang hanya menempati malu, masak Engkau sebagai pemilik rumah ini tidak...". tak lama kemudian datanglah orang (atau malaikat yang menyamar) entah dari asalnya, berkehendak menyumbang untuk menutup 'pinjaman' itu, tak lebih dan tak kurang.

tentu saja hal tersebut bisa kita temui bila kita sudah meluruskan niat (hanya untuk Alloh), melaksanakan yang terbaik (hanya bagi ALloh) dan bersabar tawakal (dalam jalan Alloh). biarlah Alloh yang bekerja.

kapak bertasbih di jumat agung

alastu birobikum 18 Comments »

sudah menjadi kebiasaan kyai jupri, begitu saya menyebut guru spiritual saya ini, melayat kepada siapa saja, dimana saja dan karena sebab apa saja kepada orang yang meninggal pada setiap jumat (surrounding jumat : kamis malam sampai jumat senja). siapa saja, tak pandang orok baru lahir atau renta tanpa daya. apapun keyakinannya, dengan gagah perkasa membela tuhan atau sekedar mengenal tuhan. dimana saja, asal masih dalam radius waktu jalan kaki setengah hari, karena yang setengahnya untuk pulang.

begitulah, sehabis jamah sholat subuh, kyai mengajak saya bertandang ke rumah duka seseorang di dusun tetangga. sebnarnya saya akan melayat siang-siangan nanti sekalian berangkat ke kampus, tapi tak kuasa saya menolak ajakan kyai yang karismatis ini.

sampailah kami di rumah duka. masih sepi, berkabut dan dingin. malam tadi sehabis hujan. tampak disana kesibukan orang mempersiapkan (prosesi) pemakaman, mulai dari menyapu halaman, menata kursi untuk pelayat, sampai meronce melati yang akan dikalungkan di keranda. setelah uluk salam dengan keluarga, maka kami mensholatkan jenazah. di baris depan kyai sebagai imam, disamping saya ada 4 orang makmum. usai sholat, kyai menghampiri ahli waris, mendoakan dan menghiburnya. kami berpamitan.

sebenarnya saya ingin menanyakan sesuatu kepada kyai ini. almarhum dalam pandangan saya termasuk abangan (jauh dari santri apalagi darah priyayi), tetap mengapa kyai begitu antusias bertakziah, seperti melayat pada mujahid saja. dan kelihatan sekali, kyai begitu menghormati almarhum dan keluarganya. saudara bukan kerabat juga tidak. pengamatan saya beliau jarang pergi ke masjid, kalaupun bertandang ke masjid karena ada pengajian akbar atau sekedar kerjabakti di awal puasa. selebihnya blas enggak pernah. suatu ketika ada undangan kenduri bada isya', dan pulang malam dengan membawa berkat. beliau berkata, "saya kira hanya kenduren je, nggak taunya ada pengajiannya to, tau gitu gak datang tadi".

almarhum berprofesi sebagai blandong atau tukang kayu (menebang, mengolah dan menjual dalam bentuk macam-macam bentuk olahan kayu). meninggalnya almarhum karena "ketlusuben" kayu. ada serpihan kayu yang menusuk betisnya. mulanya hanya gatal, begitu cerita kelaurganya. terus "mlenting' dan bernanah, dan akhirnya bengkak tak mampu berjalan. kata dokter, karena tetanus dan akut akibat terlambat ditangani.

kyai tahu, kegundahan hati saya. orang yang meninggal jumat, bukan kebetulan. sudah diatur oleh Dzat Pengatur Segala. dan yang meninggal pada hari jumat adalah tanda-tanda bila meninggalnya khusnul khotimah. beliau hanya berkata setengah berbisik, "karena almarhum bertasbih di sela-sela kapaknya".

hidup itu...

alastu birobikum 175 Comments »

indah (pop), cerap ahmad dani yang dilantunkan once
indah (reggae), seperti yang dilagukan iwan fals

(enak ya yang punya nama indah, artinya hidup)

investasi, kata aa' gym. waktu investasi di dunia, dan akan kita tuai di akhirat (kalau ada).

mampir ngombe, kata R.Ng. Ronggowarsito. waktunya mepet, harus ckat-cket, lembur terus, keburu pergi lagi.

nguripi, kata pak Soemardani Sahid. hidup kalau tidak menghidupi, berarti sudah mbangke'. harus bermakna, menolong membantu sesama.

menunggu mati, kata Jaya Suprana, kelirumolog. sekedar menunggu antrian, bukan berdasar tua muda, kecil besar, kaya miskin.

tidak menjadi asin, kata ikan laut. ketika ikan laut sudah asin maka ia mati.

setelah mati, reinkarnasi. mati dulu baru hidup.

adalah perjuangan, berjuang untuk apa, untuk siapa.
adalah perbuatan, kata iklan politik (kayaknya nggak percaya bahwa kita sudah berbuat)

(barangkali) media untuk mengenal Dzat Hidup.

MAHALUCU

alastu birobikum 79 Comments »

ada yang mengganjal di otak dan hati, sejak mengaji di pesantren fadlun minalloh, wonokromo bantul 18 tahun lalu.

malam jumat, ba'da isya di masjid at taqwa wonokromo bantul. setiap minggu selama 3 tahun (dengan sering absen ) saya lajo bersama teman. biasanya saya diboncengin, lumayan 15 km membelah bulaksawah.

diasuh kyai muda, gaul dan rada nekat. saya cocok dengan pemikiran-pemikiran beliau, yang sering berseberangan dengan kyai sepuh.

pengajiannya abg banget, banyak mustami'-nya, tua muda, wanita dan pria.
dan diakhiri dengan mujahadah.

kalaulah dunia ini adalah jejak tuhan, dan semua kharakter dan sifat keduniaan beserta makhluk terpumpun dalam asmaul husna, ada yang belum terjawab. bukan hilang atau tidak ada, hanya belum ketemu.

99 nama-nama tuhan yang mulia. asmaul husna. yang keseratus adalah nama-Nya sendiri, Alloh.

sering bahkan selalu, pembelajaran dunia dengan guru sang tuhan, dalam konstruksi cinta kasih tuhan kepada hamba-Nya. kerohman-rahim-Nya lebih besar dari kemarahan-Nya. jeweran-Nya kepada hamba yang menyimpang, dalam konteks penyadaran dan ke-asihan-Nya.

selalu, kalau kita pahami dengan bening, cobaan, musibah dan ujian didunia ini hasil perilaku kita, untuk diingatkan kejalan yang mustaqim. penuh kasih, penuh canda dan penuh humor. kadang kita mengganggap terlalu serius dan alpa bahwa Dzat Hebat itu sedang bercakap dengan kita.

kata kyai mentamsilkan, tuhan sedang berdialog dengan kita melalui senang susah, sedih gembira, lapang sempit. kalau kita sedih, menangis bahkan meraung, tuhan suka, karena kita masih sadar sebagai ciptaan-Nya. tapi tuhan tak butuh sedih, raung dan tangis kita. tuhan menguji kesadaran kita sebagai makhluk yang dhoif. seperti kita gemes terhadap anak kecil, semakin nagis dan rewel semakin kita doyan menggodannya. kalau begitu, ...tuhan godain kita dong..

kasih-Nya, canda-Nya dan humor-Nya, serta kelucuan-Nya belum saya temui di asma-Nya yang mulia. Maha Lucu.


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Packaged by Edublogs - education blogs.
Entries RSS Comments RSS Log in