“Tidak akan berubah suatu kaum, sepanjang kaum tersebut tidak merubahnya sendiri”, begitu yang kita terima untuk menyemangati berusaha. Seolah kita harus menitikkan air mata-darah dan tuhan sekedar termangu. Seakan kita wajib mati-matian dan tuhan hanya tertawa. Adakah pembangkit berusaha yang lain, yang lebih memanusiakan tuhan. Sebenarnya tuhan menunggu doa-doa kita, apapun!